1 comments

Kisah Pohon Apel

Published on Minggu, 19 Oktober 2008 in

Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar. Seorang anak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel dipohon itu sepuas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut. Masa berlalu... anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan waktunya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Pada suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih. "Marilah bermain-main di sekitarku," ajak pohon apel itu." Aku bukan lagi anak-anak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau," jawab remaja itu." Aku butuh permainan. Aku perlukan uang untuk membelinya," tambah remaja itu dengan nada yang sedih. Lalu pohon apel itu berkata, " Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kau inginkan."Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi setelah itu. Pohon apel itu merasa sedih. waktu berlalu...Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira. "Marilah bermain-main di sekitarku," ajak pohonapel itu."Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerjauntuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumahsebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bolehkahkau menolongku?" Tanya anak itu." Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kauboleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kaubuatlah rumah daripadanya." Pohon apel itu memberikancadangan.Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong kesemuadahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannyamerasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagiselepas itu. Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemuipohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yangpernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telahmatang dan dewasa."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu." Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai boat. maukah engkau menolongku?" tanya lelaki itu." Aku tidak mempunyai boat untuk diberikan kepadamu. Tetapi kau boleh memotong batang pohon ini untuk dijadikan boat. Kau akan dapat belayar dengan gembira," kata pohon apel itu. Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian pergi dari situ dengan gembira dan tidak kembali lagi setelah itu. kemudian pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin dimakan usia, datang menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu." Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untukdiberikan kepadamu. Aku sudah memberikan buah ku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat boat. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati..." kata pohon apel itu dengan nada pilu."Aku tidak mau apelmu kerana aku sudah tidak bergigi untuk memakannya, aku tidak mau dahanmu karena aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mau batang pohonmu kerana aku tidak berupaya untuk belayar lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat," jawab lelaki tua itu." Jika begitu, istirahatlah di perduku," kata pohon apel itu. Lalu lelaki tua itu duduk beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangis kegembiraan. Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan didalam cerita itu adalah kedua orang tua kita. Bila kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita didalam kesusahan. Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini melayani orang tua mereka. Hargailah jasa orang tua kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa menyambut hari ibu setiap tahun. email dari sohibku... piet...

0 comments

Ummat Rosul di bulan Puasa

Published on Rabu, 10 September 2008 in

Bismillahirrohmaanirrohiim... Alhamdulillahirobbil 'alamin...Wa bihi nasta'inu 'alaa umuriddunya waddin...Washolatu wassalamu 'alal mursalin...sayyidina muhammadin wa'alaa wasohbihi ajma'in... yang membedakan antara ummat nabi Muhammad SAW dan ummat nabi2 lain salah satunya adalah umur. kalau umur ummat nabi2 sebelum nabi Muhammad SAW umumnya lebih dari 100 tahun, sedang umur dari ummat nabi Muhammad kurang dari 100 tahun... sewaktu membuka majlis pengajian, salah seorangs ahabat bertanya kepada nabi," Wahai Rosul, Adilkah Allah SWT apabila umur umat nabi itu lebih sedikit dibandingkan umur nabi2 sebelum anda? " Nabi menjawab dengan pertanyaan, " Tidak adilnya Allah dimana? " " Yang jelas dalam segi nilai ibadah, kita pasti kalah jauh dibandingkan dengan umat2 sebelum nabi, soalnya mereka berumur lebih lama dari kita2 ini, jangan2...nanti surganya Allah hanya dipenuhi oleh umat2 sebelum nabi Muhammad...", kata sahabat tadi. mendengar itu nabi tersenyum dan kemudian menjawab, " Untuk itulah salah satunya Allah menciptakan bulan suci Romadhon, dimana di bulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan ". Wallaahu mu'afiq ilaa aqwamiththooriq... Walhamdulillahirobbil 'alamin...

0 comments

Kandungan Bulan Suci Romadhon

Published on Sabtu, 06 September 2008 in

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Didalam menciptakan sesuatu Allah pasti memiliki suatu tujuan pula, tidak mungkin sesuatu yang diciptakan allah itu hanya mubah belaka. dan tujuan tersebut pastilah terkandung dalam sesuatu itu, seperti contohnya Allah menciptakan bulan Romadhon, yang terkandung didalamnya ada 3 hal, yaitu :

  1. 10 hari yang pertama mengandung " RAHMAT "
  • yang maksudnya dengan hadirnya bulan Romadhon tersebut, Allah membukakan pintu rahmatnya kepada umat manusia, terlebih lagi kepada ummat Islam yang beriman kepadaNYA.
  1. 10 hari yang kedua mengandung " AMPUNAN "
  • di hari-hari ini Allah SWT. membukakan pintu taubatnya kepada semua hambanya yang mau meminta ampun atas segala dosa-dosanya.
  1. 10 hari yang ketiga mengandung " PELEPASAN DARI API NERAKA "
  • dihari-hari yang terakhir, Allah SWT. memberikan dispensasi dan keringanan kepada hambanya yang kepingin lari dari jilatan api neraka.
sebetulnya penjabarannya sangat luas terhadap kandungan bulan puasa tersebut, tetapi karena terbatasnya waktu saya didalam mengisi / menulis pada blog ini...maka hanya sedikit yang bisa saya sampaikan di sini... Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

0 comments

Yang di Suruh Puasa

Published on Jumat, 05 September 2008 in

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh... Alhamdulillahilladzi 'an amanaa bini'matil iimani wal islaam... Allah SWT berfirman di dalam Qur'an surah Al Baqoroh ayat 183 yang artinya " Wahai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah di wajibkan pada orang2 sebelum kamu, agar kamu bertaqwa "... bertolak dari dalil tersebut, maka kita bisa tahu bahwa yang disuruh berpuasa itu adalah orang yang beriman, tidak cuman islam...( coz kayaknya banyak deh orang islam yang belum beriman-maksudnya belum bener2 beriman), sebab ibadah puasa adalah ibadah yang tidak kelihatan, alias kasat mata. bayangin aja, kalau dimalam hari kita bangun tidur untuk bareng2 ikut makan sahur, trus di siang hari, tanpa sepengetahuan orang lain, misalnya kita makan atau minum...bukankah itu nanamya sama aja bo'ong?... dengan iman kita melakukan puasa yang notabene bisa mengajarkan kita untuk jujur dan disiplin, maka dengan iman yang seperti itulah nanti kita bisa dengan bangga menghadap Allah SWT di hari akhir nanti...semoga kita selalu mendapat petunjuk Allah SWT...Amin... Marhaban Ya Romadhon, Marhaban Ya Syahru Syiam... Wassalamu'alaikum Waromatullohi Wabarokaatuh...

0 comments

Tingkatkan derajat puasamu...

Published on in

Bismillahirrohmaanirrohiim... Seperti layaknya kita bersekolah...dimana tiap-tiap kelas ada tingkatan-tingkatannya. untuk meraih tingkatan / kelas yang tinggi, kita harus melalui tingkatan / kelas yang rendah terlebih dahulu... nah begitu pula didalam ibadah puasa...terdapat 3 tingkatan didalamnya, yaitu :

  1. Awwam
  • Puasanya orang biasa, puasa yang mencegah sesuatu hal yang membatalkannya.
  1. khowwas
  • Puasa orang sholeh, Puasa yang mencegah sesuatu yang membatalkannya, mencegah panca inderanya dari berbuat dosa yang bisa menghilangkan pahala puasanya, serta meningkatkan amal ibadah yang bisa menambah nilai dari puasa tersebut.
  1. Khowwasul khowwas
  • Puasanya para nabi dan para wali, Puasa yang mencegah sesuatu yang membatalkannya, mencegah panca inderanya dari berbuat dosa yang bisa menghilangkan pahala puasanya, meningkatkan amal ibadah yang bisa menambah nilai dari puasa tersebut serta hatinya selalu berdzikir / ingat kepada Allah SWT.
dari ke tiga tingkatan tadi kita bisa mengukur sampai dimana tingkatan / kelas puasa kita. semoga setiap tahun kita bisa selalu meningkatkan tingkatan / kelas puasa kita...Amiin... Walhamdulillahirobbil'alamiin...